Rabu, 24 September 2008

Bagaimana Telecenter Semeru Saat Ini

Awal mendengar gak tahu apa itu telecenter. Setelah mengetahui apa telecenter masih bingun mendenifisikan. Setelah mengetahui apa itu telecenter merasa heran. Telecenter yang ada di Kertosari, Kec Pasrujambe, Kab Lumajang merupakan program kegiatan yang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Dana yang besar harapanya dapat digunakan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian masyarakat akan dapat meningkatkan ekonomi dengan memanfatkan potensi lokal. Seperti yang termaksud dari tujuan awal telecenter akan dibangun. Maksud dan tujuan dibangun telecenter sebenarnya adalah merupakan program pengembangan komunitas lokal dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk :
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat miskin ( petani dan nelayan ) terutama dalam hal pengelolaan usaha dan pemasaran hasil usaha di bidang pertanian.
2. Meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat miskin melalui penyuluhan dengan pemanfaatan ICT.
3. Meningkatkan produksi bidang pertanian dengan adanya pemasaran yang lebih terbuka dan luas melalui informasi pemasaran yang ada di internet.
4. Meningkatkan kualitas SDM di tingkat desa melalui pelatihan-pelatihan terutama di bidang teknologi informasi dan bahasa Inggris untuk mempersiapkan diri memasuki pasar kerja.

Melihat tujuannya begitu mempesona. Alangkah akan makmurnya masyarakat yang akan ketempatan telecenter. Tidak tanggung – tanggung biaya yang digunakan untuk operasional. Setiap bulannya dianggarkan dana sebesar 8 juta. Sungguh luar biasa dengan dana segitu tiap bulan. Tapi apa yang bisa didapat dengan pembiayaan yang begitu besar.

Sebagai contoh telecenter yang ada di Kertosari, Kec Pasrujambe, Kab Lumajang. Pada awalnya telecenter Semeru begitu namanya memiliki program sebagai berikut :
1. Operasional computer untuk internet dimulai pada bulan Mei 2005 dari jam 08.00 s/d 16.00 Wib dan dikunjungi ± 10 orang/ hari.
2. Sesuai program di Kabupaten Lumajang bahwa desa Kertosari sebagai lokasi Agropolitan, kebanyakan akses internet mengarah untuk explore masalah pertanian .
3. Hubungan yang telah dijalin melalui internet dengan petani di Batu untuk menanam “Sensivera” sejenis tanaman hias yang akan diekspor ke Asia Timur dan disebabkan petani Kabupaten Lumajang belum berpengalaman tentang tanaman hias, hal ini akan dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian ;
4. Akses lain yaitu browsing untuk masalah kesehatan sehubungan program Gerbang Mas (Gerakan Membangun Masyarakat Sehat) di Kabupaten Lumajang dan yang didapat adalah informasi-informasi tentang kesehatan dan informasi lain tentang pelatihan yang bermanfaat untuk para petani setempat ;
5. Diutamakan keberadaan Telecenter untuk mencetak kader – kader Kelompok Tani sebanyak – banyaknya dan difokuskan 1 (satu) desa untuk percontohan di desa Kertosari ;
6. Lokasi Telecenter cukup dekat dengan lokasi – lokasi kegiatan sosial lain, sehingga warga sering memanfaatkan untuk mendapat informasi dan juga dari ibu – ibu yang mengantar anak – anaknya di TK di dekat Telecenter juga tertarik belajar internet dan mengikuti kegiatan yang ada di Telecenter ;
7. Pengelola Telecenter telah mempublikasikan informasi yang ada di internet kepada penduduk tidak hanya melalui madia elektronik tapi juga melalui papan informasi dari hasil print out internet. Informasi yang bermanfaat antara lain yaitu mengenai system penerimaan mahasiswa baru ITB, informasi – informasi tentang kesehatan, tenaga kerja dan budidaya pertanian dan lain – lain ;
8. Direncanakan akan mengadakan pelatihan kompuetr atau internet tingkat dasar yang diharapkan akan menjadi simpul – simpul informasi ± 40 kader terbagi 4 (empat) gelombang ( 10 / gel ).

Sungguh luar biasa apa yang akan dijadikan harapan Tc Semeru. Sehingga masyarakat Desa Kertosari akan mendapatkan kemewahan dan kemakmuran dengan peningkatan hasil pertanian yang melimpah. Selain itu akan banyak potensi desa yang naik daun. Akan tetapi itu tinggalah angan – angan yang selalu menjadi impian masyarakat Desa Kertosari. Bagaimana tidak coba kita tenggok bagaimana berjalannya Tc semeru. Perlu adanya pengelolaan bersama dengan masyarakat. Pengelola harus mengerti dan mau berjalan sinergis dengan masyarakat sekitar telecenter.

Saat inipun tc semeru mempunyai sebuah media komunitas. Media komunitas tersebut adalah Radio Komunitas Telecenter. Adanya radio komunitas maka penyebarluasan informasi akan dapat lebih maksimal. Ini akan berhasil apabila pengelolaanya dilakukan bersama masyarakat. Perlu ditanamkan pada masyarakat rasa kepemilikanya terhadap media yang sudah ada baik telecenter maupun radio komunitas telecenter. Dengan demikian warga masyarakat juga akan merasakan apa yang terjadi dan sedang terjadi di telecenter dan radio komunitas tc Semeru. Pengelola juga harus mengerti apa yang dibutuhkan komunitasnya. Hubungan yang sinergis antara warga masyarakat dan pengelola akan didapat hasil yang maksimal untuk menyejahterakan masyarakatnya.

Akan tetapi apa yang saat ini terjadi di telecenter sungguh – sungguh berbanding terbalik. Apa yang terjadi di telecenter sungguh jauh dari tujuan dan harapan sesuai yang sudah direncanakan. Bagaimana tidak semua itu tinggalah kenangan. Peran serta masyarakat sangat lemah. Banyak yang menganggap acuh tak acuh. Masyarakat tidak merasa peduli dengan apa yang terjadi ditelecenter.

Ini terjadi karena pengelolaan telecenter saat ini bagaikan dikelola secara perorangan/kelompok orang tertentu. Pengelolaannya kurang dapat melibatkan masyarakat yang ada di Kertosari. Keterlibatan masyarakat sampai saat ini sebatas pengguna dan penerima layanan. Diluar itu ya hanya menjadi penonton dan pendengar saja. Masyarakat bagaikan obyek tidak sebagai subyek. Telecenter hanya sebatas melayani informasi, kursus, pelatihan, pendidikan dan pemasaran produk-produk UKM

Masyarakat berharap pengelola bisa menjalankan program yang sudah dibuat, karena sampai saat ini program itu masih belum terwujud.jadi programnya tidak usah ditambah lagi, yang dulu saja balum kelar. Terus harapan masyarakat agar para pengelola bisa lebih mendekatkan diri dengan masyarakatnya. Dengan demikian mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kinerjanya juga harus lebih profesional, jangan telecentre dijadikan tempat kerja sampingan. Masyarakat perlu dilibatkan agar mempunyi perasaan memiliki.jangan yang dekat dengan pengelola saja tapi semua masyarakat.

Telecenter lebih dekat dengan masyarakat khususnya petani, pedagang, guru dan pemerintahan. Karena untuk hubungan yang dekat akan dapat dilakukan kontrol. Perlu Telecenter menanamkan dibenak masyarakat untuk menjadi salah satu central kebutuhan masyarakat untuk belajar maupun cari solusi dan inspirasi.

Berbagai permasalahan muncul bersamaan dengan jalannya waktu. Bahkan hubungan sinergis yang seharusnya dapat dijalankan tidak dapat berjalan. Hubungan antara pengelolan telecenter (radio komunitas telecenter), masyarakat, pihak kelurahan dan kecamatan tidak dapat berjalan dengan baik. Sehingga program yang dulu pernah dilakukan seakan tinggal kenangan. Saat ini kegiatan yang masih berjalan adalah sekolah paket C, persewaan internet dan radio komunitas. Sedang kegiatan dalam bentuk pendampingan maupun pembinaan pada kelompok masyarakat sudah tidak ada. Entah apa yang menyebabkan demikian.

Tenyata banyak permasalahan yang ada ditelecenter semeru. Selain itu pola pengelolaan yang ada juga kurang maksimal. Keterlibatan dan saling melibatkan masyarakat untuk dapat berpartisipasi sangat kurang. Selain itu pengelolaan yang hanya dilakukan oleh kelompok orang tertentu. Bahkan kelompok tersebut terdapat seorang tokoh yang mempunyai pengaruh yang begitu besar. Bahkan pengaruhnya tidak hanya di wilayah Desa Kertosari saja melainkan di seluruh Kecamatan Pasrujambe. Pengelola juga kurang dapat membuka diri sehingga masyarakat yang ingin terlibat merasa canggung.

Belum terselesaikanya permasalahan ditingkat pengelolaan yang bersifat otoriter terdapat masalah lagi yang dampaknya luar biasa. Setelah dianalisa ternyata permasalahan tersebut adalah permasalahan politik. Pengelola yang seharusnya dapat bersifat netral akan tetapi malah ikut bermain. Dan permainan politik pasti akan mendapatkan dampak yang luar biasa. Permasalahan politik yang pertaman membuat hubungan telecenter dan kelurahan menjadi renggang. Bahkan saat ini sudah tidak ada hubungan yang dapat berguna pada masyarakaat dengan pemanfaatan telecenter. Permasalahan kedua muncul juga gara – gara permainan politik. Kali ini permasalahan itu timbul setelah berlangsungnya Pilkada (Pilihan Kepala Daerah) Bupati Lumajang. Pada saat itu pengelola dan camat mempunyi jalur yang berbeda. Setelah selesai pilkada membuat hubungan yang mulanya hanya antara pimpinan telecenter dan camat berlanjut pada permasalahan masing – masing institusi.

Sebenarnya pemasalahan tersebut tidak harus berkelanjutan. Akan tetapi masing – masing pihak tetap berprinsip kuat terhadap egoismenya. Sehingga masing – masing pihak yang seharusnya dapat mengoperasikan telecenter untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat malah mereka ribut sendiri. Mereka seakan sudah tidak mempedulikan apa yang harusnya mereka lakukan. Saat ini tinggal bagaimana masyarakat akan mengambil langkah yang harus ditempuh. Sungguh sayang seandainya fasilitas yang begitu megah dan sangat besar gunanya tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Keterlibatan masyarakat yang kuat akan dapat memaksimalkan fasilitas yang ada diTelecenter. Tidak mustahil nantinya masyarakat khususnya Desa Kertosari dan Kecamatan Pasrujambe pada umumnya akan hidup makmur dan sejahtera. Mari kita bangun kemandirian masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat.

Minggu, 21 September 2008

Telecenter Semeru Kurang Daya Tarik

Sesuatu jadi disukai bahkan dicari, kalau sesuatu itu punya daya tarik. Sama halnya dengan suatu tempat, bahkan tempat apapun. Telecenter Semeru salah satunya. Suatu tempat yang jarang sekali dikunjungi para petani. Mayoritas warga di sekitar Telecenter berprofesi petani. Di mana petani kurang tahu dengan adanya internet. Akan tetapi Telecenter tetap ramai dikunjungi anak-anak muda dan pelajar.

Sampai saat ini, Telecenter Semeru belum punya daya tarik minat pengunjung, terutama petani. Para petani enggan datang karena mereka tidak memiliki kepentingan di Telecenter. Anggapan tersebut salah, karena banyak informasi pertanian yang mereka butuhkan ada di Telencenter.

Sekitar Telencenter terdapat lahan untuk percontohan pertanian yang dapat dijadikan daya tarik. Walaupun areanya tidak begitu luas, pengelola Telecenter bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kecamatan Pasrujambe. Saat ini lahan di sekitar Telecenter masih terbengkalai, tidak ada tanaman, kecuali rumput liar. Padahal seharusnya tempat itu dapat dimanfaatkan sebagai area percontohan pertanian. Dengan begitu akan menjadi daya tarik petani untuk datang ke Telecenter. Baik sekedar melihat-lihat atau mendapatkan informasi.

Sukseskah Pemilu 2009

Pemilihan Umum ( Pemilu ) sebentar lagi akan dilaksanakan. Akan tetapi jangan terlalu berharap Pemilu akan sukses. Kesuksesan Pemilu tidak dapat diketahui tanpa melihat sukses yang seperti apa. Banyak hal yang dapat mempengaruhi jalannya Pemilu. Panitia pemilu, masyarakat, partai politik sangat mempengarui suksesnya Pemilu. Kesiapan ketiganya sangat berpengaruh dalam suksesnya pemilu.

Pemilu tidak akan berjalan tanpa adanya ketiga aspek tersebut. Pemilu tidak akan jalan tanpa penitia yang mengurusi segala keperluan dan kebutuhan pelaksanaan. Partai politik juga harus ada sebagai peserta Pemilu. Keterlibatan masyarakat sangat mutlak diharapkan. Tanpa masyarakat Pemilu tidak ada artinya. Masyarakat mempunyai peran stragetis dalam pelaksanaan Pemilu.

Padahal saat ini masyarakat sudah tidak terlalu percaya dengan Pemilu. Pemilu hanya akan berlangsung seperti yang sudah pernah terjadi. Kepercayaan masyarakat menurun tajam. Bahkan masyarakat yang tidak menggunakan hak pilih ”Golput” diperkirakan akan meningkat. Untuk membuat masyarakat tidak golput itu membutuhkan cara yang sulit. Bahkan berbagai cara dilakukan untuk mengajak masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya.

Partai politik disarakan sangat mempunyai kesiapan yang lebih dalam pelaksanaan Pemilu. Akan tetapi kesipan yang seperti apa yang dilakukan partai politik, itu yang harus diperhatikan. Jangan sampai persiapan yang dilakukan partai politik bagus tapi hanya diperuntukan oleh golongan tertentu. Padahal program yang harusnya menjadi acuan partai politik adalah bagaimana partai politik dapat mensejahterakan masyarakat tanpa membeda - bedakan dari golongan, suku, ras, agama. Masyarakat juga harus paham yang dilakukan oleh partai politik sebelum ikut dalam pelaksanaan Pemilu.

Sedang dengan melihat kesiapan panitia Pemilu dirasakan amburadul. Persiapan Pemilu dilakukan asal – asalan. Sepertinya tidak ada agenda yang rinci untuk menjalankan tahapan pemilu. Banyak ketidakjelasan diantara masing – masing panitia Pemilu, baik dari tingkat pusat sampai desa. Bahkan tahapan yang sudah disusun rapi mengalami banyak perubahan. Bahkan banyak tahapan Pemilu yang mundur dari apa yang sudah diagendakan. Persiapan yang ada dirasakan sulit untuk mencapai hasil maksimal dari pelaksanaan Pemilu 2009. Untuk itu kita tunggu saja nantinya Pemilu akan seperti apa.

Sabtu, 13 September 2008

Enaknya Ada Telecenter

Telecenter merupakan tempat mengakses informasi, berkomunikasi dan mendapatkan layanan sosial dan ekonomi dengan menggunakan sarana teknologi informasi dan komunikasi berupa komputer dan sambungan ke internet.

Selain itu telecenter diharapkan merupakan tempat dilaksanakannya kegiatan pemberdayaan masyarakat yang antara lain berupa pelatihan peningkatan ketrampilan dan pengetahuan serta pelaksanaan kegiatan ekonomi masyarakat secara profesional yang didukung oleh fasilitas telecenter.

Maksud dan tujuan Telecenter adalah :
Pendirian telecenter merupakan program pengembangan komunitas lokal dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang mempunyai maksud dan tujuan sebagai berikut :
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat miskin ( petani dan nelayan ) terutama dalam hal pengelolaan usaha dan pemasaran hasil usaha di bidang pertanian.
2. Meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat miskin melalui penyuluhan dengan pemanfaatan ICT
3. Meningkatkan produksi bidang pertanian dengan adanya pemasaran yang lebih terbuka dan luas melalui informasi pemasaran yang ada di internet.
4. Meningkatkan kualitas SDM di tingkat desa melalui pelatihan-pelatihan terutama di bidang teknologi informasi dan bahasa Inggris untuk mempersiapkan diri memasuki pasar kerja.

Potensi lokal patut untuk kita promosikan. Promosi dapat kita lakukan baik dengan media cetak maupun elektronik. Bahkan belakangan teknologi informasi dan komunikasi mutlak dilakukan. Akan tetapi kesimpangsiuran informasi dapat membuat kerugian ekonomis dan secara otomatis akan timbul permasalaha sosial. Potensi pertanian maupun alam akan dapat membawa masyarakat bangkit menuju kejayaan.

Salah satu hal untuk dapat menujang mempromosikan aset yang ada dimasyarakat adalah denganenguatan aset informasi. Dengan terbangunnya teknologi berbasis informasi akan membawa masyarakat bangkit darikemiskinan. Banyak potensi yang bisa diangkat dan dipromosikan melalui teknologi informasi. Selainitu kita dapat berbagi pengalaman sehingga pemerataan potensi dapat digali dan diterapkan bersama.

Sebagai salah satu solusi penanganan masalah kemiskinan yang dapat segera direalisasikan antara lain ialah membangun basis informasi yang kegiatannya diawali melalui penyusunan sistem informasi. Dengan membangun basis informasi diharapkan begitu banyak informasi yang dapat diketahui dan akan berdampak pula pada banyaknya kesempatan berusaha yang bermanfaat bagi masyarakat pedesaaan.

Banyak pengalaman di Negara – Negara berkembang menunjukkan, bahwa akses informasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, dimana tujuannya antara lain agar dapat mengetahui harga jual produk, baik itu sektor pertanian, perikanan maupun usaha lainnya. Dengan mengetahui informasi harga jual dimungkinkan masyarakat setempat mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi.Karena mempunyai nilai jual tinggi, maka dengan sendirinya penghasilan masyarakat meningkat.

Telecenter akan dapat mendukung adanya kegiatan tersebut. Untuk itu dengan adanya telecenter dapat kita manfaatkan. Telecenter dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat yang akan menggunakan asalkan dapat mendukung pendidikan dan peningkatan potensi yang ada di suatu wilayah yang terdapat telecenter.

Seperti di TC Semeru seandainya dapat dimanfaat dengan maksimal akan dapat meningkatkan potensi lokal yang ada. Ini jelas terjadi karena di Semeru sendiri banyak potensi yang dapat diunggukan. Selain itu potensi yang ada dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk promosi maupun menerapkan potensi yang sudah ada dapat disingkronkan dengan adanya telecenter.

Untuk pelaksanaan di lapangan telah dipersiapkan organisasi pengelola sebagai berikut :
1. Tim Pembina Telecenter yang terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat setempat;
2. Sebagai tuan rumah ditunjuk tokoh masyarakat yang bertanggungjawab untuk keberadaan telecenter;
3. Pengelola telecenter yang terdiri dari Manager, Bagian pelayanan masyarakat, Bagian Informasi dan Bagian Pengembangan Masyarakat disamping sekretaris juga operator sebanyak 2 orang dan 1 tenaga teknis. ( UNDP )

Sebagai contoh : Untuk bangunan yang digunakan adalah hasil swadaya Kelompok Tani dan masyarakat sekitarnya sedangkan kegiatan – kegiatannya antara lain :
1. Operasional computer untuk internet dimulai pada bulan Mei 2005 dari jam 08.00 s/d 16.00 Wib dan dikunjungi ± 10 orang/ hari
2. Sesuai program di Kabupaten Lumajang bahwa desa Kertosari sebagai lokasi Agropolitan, kebanyakan akses internet mengarah untuk explore masalah pertanian ;
3. Hubungan yang telah dijalin melalui internet dengan petani di Batu untuk menanam “Sensivera” sejenis tanaman hias yang akan diekspor ke Asia Timur dan disebabkan petani Kabupaten Lumajang belum berpengalaman tentang tanaman hias, hal ini akan dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian ;
4. Akses lain yaitu browsing untuk masalah kesehatan sehubungan program Gerbang Mas (Gerakan Membangun Masyarakat Sehat) di Kabupaten Lumajang dan yang didapat adalah informasi-informasi tentang kesehatan dan informasi lain tentang pelatihan yang bermanfaat untuk para petani setempat ;
5. Untuk telecenter Semeru, didampingi konsultan dari UNDP dalam upaya menyusun progam – progam dan rencana kerja selama 1 (satu) tahun dan hasil rencana kerja berupa “Survey Kampung Sendiri” untuk melihat potensi dan masalah yang ada.
6. Diutamakan keberadaan Telecenter untuk mencetak kader – kader Kelompok Tani sebanyak – banyaknya dan difokuskan 1 (satu) desa untuk percontohan di desa Kertosari ;
7. Lokasi Telecenter cukup dekat dengan lokasi – lokasi kegiatan sosial lain, sehingga warga sering memanfaatkan untuk mendapat informasi dan juga dari ibu – ibu yang mengantar anak – anaknya di TK di dekat Telecenter juga tertarik belajar internet dan mengikuti kegiatan yang ada di Telecenter ;
8. Pengelola Telecenter telah mempublikasikan informasi yang ada di internet kepada penduduk tidak hanya melalui madia elektronik tapi juga melalui papan informasi dari hasil print out internet. Informasi yang bermanfaat antara lain yaitu mengenai system penerimaan mahasiswa baru ITB, informasi – informasi tentang kesehatan, tenaga kerja dan budidaya pertanian dan lain – lain ;
9. Direncanakan akan mengadakan pelatihan kompuetr atau internet tingkat dasar yang diharapkan akan menjadi simpul – simpul informasi ± 40 kader terbagi 4 (empat) gelombang ( 10 / gel ).

Yang perlu dingat adalah :

Teknologi informasi merupakan alat bantu yang memungkinkan pengintegrasian beberapa kegiatan dalam satu proses yang lebih sederhana. Pemanfataan teknologi informasi dan komunikasi bukan hanya diorientasikan pada otomatisasi perkantoran saja, akan tetapi lebih dari itu adalah mampu berkomunikasi dengan unit lain dan masyarakat sebagai kekuatan lokal.

Perubahan sikap dan perilaku baik aparat maupun masyarakat mempunyai peran besar terhadap keberhasilan penerapan teknologi informasi dan komunikasi, karena perangkat yang canggih dan mahal tetapi tidak diimbangi dengan kesiapan manusia yang akan memanfaatkannya justru menimbulkan kondisi yang tidak produktif. Oleh karena itu aspek non teknis berupa rekayasa sosial (social engineering) menjadi salah satu unsur penting yang semestinya diupayakan mengiringi aspek teknis (technical engineering) yang sedang dikembangkan dalam implementasi kegiatan telecenter ini. Telecenter dapat berjalan dengan baik melalui dukungan dan partisipasi sebesar – besarnya dari seluruh lapisan masyarakat.

Politik Memang Kejam 2

Politik dijalankan bangsa ini dirasakan kejam. Tidak mempedulikan dimana rakyat yang dipimpinya. Perseteruan politik membawa dampak rendahnya kepercayaan sebuah lembaga yang seharusnya dapat bersikap netral. Muatan politik yang dimiliki oleh salah seorang yang menjadi ponggawa/pemimpin sebuah instusi membawa dampak pada semua pihak.

Pelaku politk sering kali akan menggunak segala cara untuk dapat meraih impiannya. Bahkan uang akan dijadikan cara untuk meraih impian tersebut. Ini dapat kita amati menjelang perseteruan pada pemilu 2009. Masyarakat patut berhati – hati dengan gerakan – gerakan partai politik maupun para kader politik yang akan bermain.

Apalagi bagi para penggiat penggiat media komunitas. Ini harus dapat diwaspadai. Jangan sampai permasalah politik akan mempengaruhi media komunitas yang ada. Nantinya malah masyarakat dalam komunitas tersebut akan meninggalkan media yang masyarakat bangun. Padahal saat ini media komunitas sangat berperan dalam mengelola komunitasnya. Sudah jarang ditemua media ataupun lembaga yang dapat membina komunitasnya. Adapun ada tapi dibalik itu ada kepentingan politik yang terselubung.

Teknologi informasi yang sedang dibangun media komunitas akan dapat menetralisir untuk saling kontrol. Dengan tehnologi informasi yang berkembang saat ini telah menjadi peluang dan sekaligus menjadi ancaman. Tehnologi Informasi bisa menjadi salah satu media untuk menjawab permasalahan dimasyarakat. Dengan hadirnya media komunitas kesenjangan informasi yang terjadi pada sebagian besar kelompok miskin dan minoritas bisa terjawab. Akan tetapi jaring informasi tersebut harus dapat dikelola dengan baik. Jangan sampai dengan pesatnya arus informasi malah menjadikan bumerang.

Jumat, 12 September 2008

Telecenter Tempat Belajar dan Memberdayakan Masyarakat

Terdapat permasalahan dengan diteriknya berita dai tcsemeru yang ditulis Irwan. Awalnya kita gak tahu sebabnya berita ditarik. Kemudian kita tanyakan kepada pihak editor untuk minta klarifikasi. Editor ( Masnias ) menjelakan bahwa berita ditarik dari web atas permintaan pak Sahlan karena dianggap menjelekan tcsemeru.

Kemudian kita perlu klarifikasi ke pak Sahlan bahwa kita membutuhkan berbagai macam tulisan. Kami juga sempat jelaskan apabila sebuah tulisan mengandung nada kritikan maka jadikan sebuah kritik yang membangun dan kami kembali ngomong bahwa media yang kita bangun merupakan media milik rakyat biarkan rakyat berekpresi.

Setelah kami ngomong - ngomong demikian mudah – mudahan akan terdapat jalan terang. Malam harinya kami ajak Irwan ngobrol tentang kejadian yang menimpa tulisannya. Kami gak mau kejadian itu jadi muncul permasalah tersebut menjadikan hubungan yang tidak harmonis diantara pengelola TC Semeru.

Biar terjadi saling percaya demi terciptanya kemandirian komunitas dan media sehingga pemberdayaan akan terwujud. Pemberdayaan yang menyeluruh bukan hanya untuk salah satu kelompok/golongan saja. Kejadian itu juga membuat kami untuk lebih memacu semangat masyarakat untuk merasa memiliki bahwa media ini bukan milik sesoarang akan tetapi milik kita bersama.

Perbaikan Perangkat Radio TC Semeru

Perbaikan perangkat Radio TC Semeru sedang dilakukan. Akan tetapi sudah dilakukan beberapa hari akan tetapi belum juga berhasil. Banyak kendala yang terjadi. Misal mencari teknisi susah, cari komponen jauh. Saat ini Radio TC Semeru masih banyak kekuran. Radio TC Semeru belum mempunyai Mixer.

Pemancar diservis berkali - kali karena belum didapat hasil yang maksimal. Terus melakukan ujicoba sehingga radio yang akan digunakan untuk siaran dapat lancar dan tidak ada kendala ditengah jalan. Pemancar yang ada juga belum dapat sesuai yang diharapkan karena hanya keluar 15 watt dengan jangkauan tidak lebih 1 km. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan – perbaikan.

Walaupun demikian kita tetap memaksimalkan pemancar radio. Karena diharapkan dengan mengudaranya Radio TC Semeru akan dapat bermanfaat untuk menyuarakan aspirasi masyarakat lokal Pasrujambe. Dengan mulainya siaran diharapakan juga akan mendukung keberadaan TC Semeru yang keberdaan dan pemanfaatnya oleh masyarakat masih kurang.